Voice of Borneo

Hot

Post Top Ad

Post Top Ad

Your Ad Spot

Senin, 27 November 2017

7 ilustrasi Potret Kabupaten / Kota di Borneo

November 27, 2017 0

7 potret Kabupaten/kota di Kalbar dalam lukisan



lukisan atau ornemen adalah hal yang biasa dengan mudah kita temukan di beberapa sudut-sudut bangunan di kota-kota besar, sama hal nya dengan sebuah bandara di Indonesia sebagai ajang promosi ataupun mengandung nilai estetika.

ada sebuah ornamen unik atau tepatnya lukisan dinding di Bandara International Supadio di Kalimantan Barat. lukisan ini sedikit lebih akrab dengan potret kehidupan masyarakat di pulau borneo tepat di belahan barat pulau dengan jumlah penduduk tidak lebih dari 6 juta jiwa untuk mendiami wilayah administratif sama dengan luas pulau jawa.

potret kehidupan masyarakat dengan kentar di gambarkan dengan pesan dan informatif bahwa mayoritas masyarakat di Kalimantan Barat adalah orang-orang dengan latar belakang suku Dayak dan Melayu, plus Tionghoa, ini wajar saja karena ada hongkongnya Indonesia ada di singkawang, kalimantan barat pula judulnya.


Kabupaten Sintang
kekhasan aktifitas ini tergambar dalam beberapa lukisan tentang bagaimana orang dayak di pedalaman kalimantan dengan berselonjor kaki sedang mengerjakan tenun batik ikat, dengan background rumah betang dan alam yang asri, mengambarkan kehidupan masyarakat di Kabupaten Sintang atau negeri bujang beji.

Kabupaten Sambas
potret berikutnya bagaimana digambarkan, sekelompok orang menari piring sebagai sebuah eksiatenai kebudayaan melayu disambas, yang terkenal dengan hasil bumi berupa jagung dan kakao atau coklat yang sedang di panen oleh petani, jelas mengambarkan bahwa daerah Kabupaten Sambas begitu kaya dan maju di sektor pertanian.

Kabupaten Sanggau
potret jembatan tayan yang berada di Kabupaten Sanggau dengan jelas di gambarkan dalam ornamen ini, tepat di tengahnya berdiri megah bangunan keraton Paku Surya Negara sebagai rumah raja yang menjadi salah satu warisan budaya kerajaan melayu yang pernah ada di Indonesia dan berdiri sejak 1616 SM, dan didepannya tergambarkan bagaimana tarian kondan oleh gadis dayak dan Mamot sejenis hantu / roh penganggu.

Kota Pontianak
potret ini mengambarkan burung elang khatulistiwa yang sedang bertengger di dahan dan di bawahnya berenang ikan lais di sungai kapuas, dengan latar belakang kampung beting di Tanjung Raya Pontianak sebagai perkampungan suku melayu dengan trendmark nya adalah Kesultanan Kadriyah yang di pimpin oleh seorang raja, dan berdiri sejak abad ke 18.


Kabupaten Kapuas Hulu
merupakan salah satu Kabupaten yang paling jauh di Kalimantan Barat, anda dapat menuju ke kabupaten ini 1 jam melalui udara dan 18 jam jalur darat. di Kapuas Hulu kaya dengan flora dan fauna, yang paling dikenal dengan ikan arwana nya di kawasan Danau sentarum atau burung enggang di sekitar TNBK Taman Nasional Bukit Kerihun, serta tarian budaya melayu di bantaran sungai kapuas.

Kabupaten Landak sebagai Kawasan Perkebunan Kelapa sawit di Kabupaten ini menjadi primadona masyarakat

Read More

Selasa, 21 November 2017

Cakrawala di Bandara Internasional Supadio Pontianak

November 21, 2017 0

Antara kebanggaan dan keniscayaan



Bandar Udara Supadio begitu orang mengenal nama yang asing untuk dikenang, siapa gerangan dan dari mana nama itu diambil, tidak ada penjelasan singkat yang dapat jadikan literasi, memang sekilas nama sebuah tempat sekelas bandara pasti mengandung sebuah maksud dan monumental seperti Bandara Soekarno Hatta di Tanggerang Banten, yang menjadi salah satu pintu masuk ke Ibu Kota Negara Indonesia selain di Halim Perdana Kusuma di Jakarta Selatan.

Bandara Supadio telah menjelma menjadi salah satu Bandara terpadat di Indonesia dengan data yang baru di rilis oleh Angkasa Pura II, mencapai 1 juta orang dalam satu tahun, dengan daya tampung per harinya lebih dari dua ribu orang, bisa di bayangkan saja kalkulasi untuk Lion Air yang melayani 7 kali, Sriwijaya Air 6 kali, belum maskapai lainnya, pertanyaannya adalah ada apa dengan Supadio...?

hal ini tidak terlepas peranan dari adanya 3 basis penerbangan terusan yang menghubungkan antara Supadio dengan bandara perintis seperti Sintang, Kapuas Hulu dan Ketapang, posisinya yang strategis menjadikan Supadio layak di nobatkan sebagai salah satu bandara tersibuk di Indonesia.

Bandara Supadio Pontianak

Pembangunan Bandara ini dimulai dari tahun 2014 dengan mulai di renovasinya konstruksi Bangunan dan landasan pacu atau run way sehingga beberapa jenis pesawat berkelas boeing 737 900ER dapat dengan mudah untuk mendarat, hal ini sudah barang tentu menjadi standar bandara berkelas internasional.

untuk bentuk bangunan setelah di renovasi memang sedikit menjadi perdebatan di kalangan masyarakat di Kalimantan Barat, hal ini melihat entitas budaya dan suku bangsa yang dominan di kalbar begitu orang menyingkat salah satu provinsi di sisi barat pulau kalimantan atau borneo ini. 

orang dayak dan melayu adalah dua suku bangsa yang dominan di kalbar, sehingga beberapa pendapat menyatakan kenapa bangunan ini tidak meninggalkan identitas kedua suku bangsa agar ada pengakuan akan dominasi keduanya di bandara supadio, memang warna kuning untuk melayi dan merah untuk dayak tidak tampak jelas, namun ada beberapa motif keduanya di gabungkan di sudut dan etalase ruangan, tidak seperti di Bandara minangkabau di Padang dan Ngurah rai di Denpasar Bali.

namun cakrawala kalbar tetaplah kalbar, dimana pluralisme menjadi sebuah junjungan, dengan tidak terlalu menonjolkan entitas suku bangsa bagi daerah yang sedikit rentan paska kerusuhan berbau sara berlandaskan suku, perlu untuk menjaga rasa sensitifitas, sehingga tidak perlu menjadi perdebatan yang di politisasi.

pembangunan pariwisata berlandaskan kebudayaan lokal menjadi sangat strategis di zaman now, dimana generasi milenial telah memasuki babak baru dalam mengelola iklim investasi dan perkembangan ekonomi termasuk di kalbar, dimana peluang tersebut jika mereka lambat sedikit saja maka akan ketinggalan, termasuk bisnis traveling yang sudah menjamur di pulau borneo ini.

contoh saja, bahwa sudah banyak jasa perjalanan lokal di kalimantan barat ini, yang di inisiasi oleh anak muda berangkat dengan modal seadanya, namun masih perlu pengalaman dan dukungan dari pemerintah daerah setempat, contoh ketika SMA St.Paulus Pontianak menerima kunjungan dari murid senior high school Amerika Serikat, sedikit kesulitan untuk merekomendasikan lokasi wisata yang favorit di Kalbar.

kenapa sulit, karena kawasan wisatanya belum dikelola secara maksimal dan tematis, belum lagi terkendala dengan sarana dan infrastruktur pendukung seperti hotel dan kuliner andalannya, inilah yang menjadi pekerjaan rumah selanjutnya.

langit supadio selalu cerah, namun hujan juga menjadi saat yang selalu di waspadai untuk daerah tropis di Indonesia ini.
Read More

Rabu, 08 November 2017

Bawang Dayak (Eleutherine Palmifolia)

November 08, 2017 0

Khasiat Bawang Dayak (Eleutherine Palmifolia) 

bagi Kesehatan



mungkin bagi anda, bawang dayak terasa asing dengan sebutan bawang dayak, apakah benar juga mempunyai khasiat penyembuhan, untuk mengetahui hal ini, ada dapat menemukan beberapa jurnal-jurnal penelitian yang sudah di ekspose secara luas melalui jaringan internet.

Bawang Dayak yang dalam bahasa latinnya Eleutherine Palmifolia, secara taksonomi jalur klasifikasinya adalah termasuk dalam kerajaan Plantae, Divisi Spermatophyta, Sub Divisi Angiopermae, Kelas Monocotyledonae, Bangsa liliales, Suku Iridaeae, Marga Eleutherine merupakan tanaman yang mempunyai banyak manfaat kepada manusia, jika di pergunakan secara benar.

tanaman ini banyak di temui di hutan hujan tropis, khususnya di Pulau Borneo, yang tersebar di beberapa Provinsi yang ada di Kalimantan, salah satunya adalah Kalimantan Barat. di wilayah Kabupaten Sanggau, tidak banyak yang mengetahui bahwa tanaman ini sangat berguna dan mempunyai khasiat medis, dan sebagai obat herbal tentunya aman untuk di gunakan dan di konsumsi.

secara empiris, tanaman ini yang memiliki umbi bersifat dierutik, astringen, pencahar, analgetik, mengobati luka luar dan meningkatkan daya tahan tubuh. namun khasiat lainnya yang dapat digunakan sebagai obat adalah untuk mengobati beberapa penyakit seperti:
1. sakit kuning 
2. batuk, 
3. Mencret berdarah atau ambeien, dan sakit perut, disentri, radang usus, 
4. kangker termasuk kangker payudara
5. Perangsang Muntah (dalam jumlah banyak)
6. Obat bisul
7. Sebagai obat luka luar,
8. Meningkatkan Daya Tahan tubuh
9. Mengobati Diabetes
10. Meredakan Pembengkakan

begitu banyak manfaat yang biasa di gunakan oleh masyarakat di Pulau borneo, sehingga akhirnya di namakan lah bawang dayak, meskipun di beberapa tempat di pulau jawa tanaman ini sudah cukup familiar dengan sebutan bawang dayak, apakah ini akan sama seperti buah merah dari papua, mengingat sebagai sebuah tanaman yang mempunyai manfaat terutama di bidang medis, perlu adanya pengakuan paten sebelum di klaim oleh pihak yang tidak seharusnya.   
Read More

Selasa, 07 November 2017

Katak Raksasa di Pedamanan Kalimantan

November 07, 2017 0

Katak Raksasa Nyata Adanya


Katak Raksasa di Pedalaman Kalimantan
Pugau, demikianlah masyarakat dayak menyebut katak raksasa tersebut, spesies ini merupakan katak yang dapat di konsumsi dan begitu lezat untuk dimakan, cukup dengan bumbu sederhana saja rasanya tidak jauh berbeda dengan katak lainnya yang biasa dikonsumsi di Indonesia, namun tekstur dagingnya yang lebih besar, membuat siapa saja yang mengkonsumsinya serasa menikmati daging ayam.

katak ini biasa hidup di daerah tropis di hutan borneo, dimana pada malam hari masyarakat dayak dapat menemukannya di hutan-hutan yang tidak jauh dengan aliran sungai, karena biasanya mereka berada di dalam air, namun juga terkadang hidup di daratan.

cukup sulit untuk melihat spesies ini di siang hari, karena bentuk tubuhnya sering kali mennyerupai daun yang sudah mati atau gugur. sehingga malam hari adalah waktu yang tepat untuk melakukan perburuan pugau.

Katak Raksasa di Pedalaman Kalimantankatak raksasa di pedalaman kalimantan ini, hidup di daerah yang masih alami, sehingga banyak orang tidak mengenal pugau sebagai katak raksasa dengan diameter bisa mencapai 20 centimeter, dengan panjang dapat mencapai 30 centi meter, cukup panjang bukan.

dimalam hari, pancaran mata yang berkilau ketika terkena sorotan lampu senter, dapat diketahui bahwa binatang tersebut adalah pugau, karena bentuk matanya yang besar dan bersinar cemerlang dalam jangkauan yang cukup jauh, kita dapat mengetahui bahwa binatang ini berada, namun tidak mudah untuk menangkapnya, karena gerakan dan lompatannya yang jauh akan menyulitkan kita untuk menangkapnya.

namun, ada teknik yang cukup efektif untuk menangkap binatang yang mengeluarkan suara yang cukup keras ini, yakni dengan cara mengendap-endap dan menyorot tepat di lingkaran bola mata, sehingga fokus binatang ini akan terjaga, adapun jika posisinya berada didalam air ini yang sering kali sulit untuk ditangkap.

Katak Raksasa di Pedalaman Kalimantan
pengalaman seorang anak yang mendapatkan pugau pada saat berburu di hutan adat Baharu, di Kec.Parindu Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat Indonesia, telah menemukan pugau saat sambil mencari durian di hutan yang masih terjaga ekosistemnya, pengalaman menemukan pugau sangat berarti baginya, karena ini pengalaman pertama dan langka untuk di temui, mengingat banyak hutan yang sudah rusak akibat dirambah dan diganti dengan perkebunan kepala sawit.

para pembaca, jika ingin mencari katak raksasa di pedalaman kalimantan ini dapat datang di daerah yang sudah di sebutkan di atas, bisa jadi rejeki anda untuk dapat melihat katak ini secara langsung, dan tentu harus dengan bantuan penduduk setempat, yang biasa berburu katak raksasa dan ini nyata adanya.
Read More

Ritual Remah Tanah Dalam Tradisi Orang Dayak

November 07, 2017 0

Persembahan Bagi Para Leluhur dan Penunggu Tempat.

Ritual Remah Tanah Dalam Tradisi Orang Dayak


Dalam tradisi orang Dayak di pulau Borneo, upacara adat dalam bentuk ritual kepada para leluhur dan penunggu tempat adalah hal yang lumrah terjadi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat yang hidup dan menetap di pulau Kalimatan atau biasa juga di kenal dengan pulau Borneo.

salah ritual yang biasa dilaksanakan adalah ritual remah tanah, dalam pelaksanaannya remah tanah dimaksudkan untuk meminta izin kepada para leluhur dan para penunggu tempat yang ada di suatu kawasan atau wilayah, ketika manusia akan memanfaatkan dan mengelola tanah tersebut untuk kepentingannya, agar tidak terjadi bala bencana dan musibah kepada mereka saat dilakukan aktifitas pemanfaatan atas tanah, hutan dan sumber daya alam lainnya.

Ritual Remah Tanah Dalam Tradisi Orang DayakPara Leluhur dan Penunggu Tanah melalui ritual akan di panggil dan di sapa melalui lantunan syair doa oleh seorang tukang pomang (red.pembaca mantera), melalui syair-syair doa yang ditujukan langsung dengan kepada mereka, disampaikan permohonan izin untuk dapat memanfaatkan dan mengelola daerah tersebut sehingga mereka tidak akan marah dan mengutuk kegiatan yang akan di langsungkan.

apakah prosesi remah tanah ini bersifat wajib, dapat dikatakan ini merupakan kegiatan yang bersifat wajib bagi masyarakat adat dayak di pulau borneo, mengingat bahwa orang dayak sangat percaya bahwa para leluhur dan penunggu tanah telah menguasai segala sumber daya alam tersebut dari jaman dahulu kala, dan manusia yang ada hanya sekedar menumpang dan baru tiba, sehingga haruslah meminta izin, dengan prinsif dimana bumi di pijak di situ langit di junjung, begitulah orang dayak berfalsafah.

dalam tradisi lainnya, remah tanah di lakukan pada saat akan melakukan aktifitas dan di lanjutkan dengan melakukan puasa atau pantangan selama 3 (tiga) hari berturut-turut, dengan di fasilitasi oleh seorang pemegang pantangan untuk mematuhi segala ketentuan yang sudah di tetapkan, seperti tidak boleh memetik tanaman hidup di lingkungan rumah, tidak boleh membunuh binatang berdarah panas, dll.

dalam proses upacara remah, tukang pomang akan membacakan manteranya di atas altar persembahan yang terdiri dari sesajen yang telah di persiapkan sebelumnya, dengan harapan sesajen yang di serahkan akan menjadi syarat untuk memanfaatkan tanah seperti ketika akan membuka jalan dalam sebuah proyek jalan, terhadap jalan baru tersebut akan dilakukan upacara ritual remah tanah.

setelah remah tanah tersebut dilakukan dan dilakukan pantangan selama 3 (tiga) hari, barulah pihak-pihak yang akan memanfaatkan dan mengelola dapat melakukan aktifitas selanjutnya, tanpa rasa takut untuk celaka dan menjadi korban, kepercayaan ini berlangsung selama turun temurun dan sudah menjadi adat istiadat dan budaya masyarakat Dayak.

pertanyaannya apakah, tradisi ini dapat kita temukan di semua tempat di pulau borneo....?, untuk beberapa masyarakat dayak yang sudah hidup di perkotaan ada sebagian kecil yang sudah meninggalkan budaya ini, tetapi masyarakat dayak yang hidup di kampung-kampung cenderung masih memegang teguh tradisi ini.

untuk itu, perlu diketahui bahwa tradisi remah tanah bukanlah tradisi yang menghilangkan agama, namun merupakan syarat mutlak penghormatan terhadap alam yang juga di percaya memiliki jiwa, tanah adalah ibu bagi masyarakat adat dayak di Kalimantan atau pulau Borneo.    
Read More

Senin, 06 November 2017

TASTE THE COFFEE OF BORNEO

November 06, 2017 0

CERITA DIBALIK SEGELAS KOPI DI PONTIANAK

cerita di balik segelas kopi di pontianak

Kopi, siapa yang tidak tahu minuman yang mengandung cafein ini, bagi sebagian penikmatnya merupakan minuman wajib yang harus dinikmati dalam setiap harinya, secara psikologi cafein yang terkandung di dalam segelas kopi akan membuat orang ketagihan, jika di konsumsi dalam waktu yang lama.

Pontianak yang merupakan salah satu ibu kota Provinsi di Kalimantan Barat, Kopi sudah menjadi budaya baru bagi masyarakat, setiap malam di sudut-sudut kota, akan dengan mudah di temukan warung kopi/kedai kopi atau disingkat "Warkop" yang penuh dengan orang-orang yang hanya sekedar menikmati secangkir kopi, atau menjadikannya ajang berkumpul dengan teman.

segelas kopi dalam kenyataan nya bisa menjadikan sebuah moment pertemuan menjadi begitu sempurna, dimana pembicaraan yang awalnya hanya seputar kopi akan berakhir pada pembicaraan yang meluas, mulai dari isu pekerjaan, kabar berita teman-teman, termasuk isu politik yang sedang hangat-hangatnya, pemilihan umum Guebrnur Kalimatan Barat.

isu-isu yang di bahas di kedai kopi cenderung hangat dan up to date, segala macam berita akan di bahas secara dalam dan cenderung melahirkan dogma bahwa "Politik dapat di selesaikan di Warkop' begitu anggapan sebagian orang, sebagaimana yang pernah di temukan oleh penulis.

bisakah anda bayangkan bahwa warkop menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat dalam komunikasi sosial, dan berangkat dari tempat ini budaya masyarakat untuk berdiskusi menjadi jelas, terlepas dari stigma negatif yang di timbulkan dari orang-orang yang biasa singgah di warung kopi yang di cap "pemalas", karena setiap hari hanya duduk dan dinilai tidak punya pekerjaan lain.

cap ini muncul tak kala, mereka duduk untuk menikmati segelas kopi seharga Rp.5000,00 (lima ribu rupiah), dalam waktu yang cukup lama, bisa mencapai 2 sampai 3 jam, dan cuma mengobrol saja atau sekedar menikmati hari, tentu ini juga harus di lihat pada kaca mata yang berbeda pula.

ada sebagian orang yang memang menikmati segelas kopi untuk santai, ada pula yang memanfaatkan wifi atau jaringan internet yang biasanya di sediakan secara gratis oleh pengelola warkop untuk para pengunjungnya, untuk bersosial media / sosmed, berkerja dengan laptop dan atau bermain game online, inilah fakta-fakta yang ada.

akhirnya dapat kita katakan, bahwa di balik segelas kopi banyak hal yang dapat diulas, namun menjadikan kopi sebagai budaya baru di pulau borneo mungkin menjadikannya nilai tatanan masyarakat bahwa kopi dapat menjadi pemersatu dan media sosial bagi masyarakat. dan para turis yang biasanya berkunjung ke Pontianak, akan di perkenalkan dengan budaya ngopi di malam hari sambil menikmati indahnya kota pontianak.

cerita di balik segelas kopi di Pontianak

berikut salah satu warung kopi yang dapat anda temukan di Pontianak sebagai referensi jika anda berkunjung ke Pontianak sebagai penikmat kopi, atau sekedar menikmati cita rasa kopi borneo.

 


Read More

Senin, 28 Agustus 2017

Sebanyak 46 Peserta Ikut Kompetisi Perahu Naga

Agustus 28, 2017 0
Lomba Perahu Naga Se- Kalimantan Barat dipusatkan di kabupaten sanggau, pada sabtu (26/8) dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 tahun 2017 pembukaan d kampung wisata binua istana (kabana)
Read More

Post Top Ad

Your Ad Spot